Sabtu, 25 Februari 2017

KONSELING VERBAL DAN NON VERBAL



KONSELING VERBAL DAN NONVERBAL
Bidan: Selamat siang ibu, ada yang bisa saya bantu bu? (tersenyum ramah)
Pasien: Bu saya takut (dengan ekspresi khawatir)
Bidan: apa yang ibu takutkan? (dengan wajah empati)
Pasien: saya takut jika nanti bayi saya sulit untuk keluar dan banyak gangguan lainnya ketika akan menjelang persalinan (raut muka sedih)
Bidan: oh jadi ibu mengkhawatirkan tentang persalinan ibu nanti? (dengan wajah empati)
Pasien: iya bu (mengangguk)
Bidan: ibu jangan khawatir, memang hampir semua ibu yang akan mengalami persalinan memiliki ketakutan yang seperti itu, tapi jangan khawatir karena disini juga bayi ibu aktif, sehat, jadi ibu berpositif thinking saja agar semuanya berjalan dengan lancar dan normal. (memegang bahu klien)
Pasien: gimana ya bu agar saya selalu berfikir positif thinking dan tidak cemas? (dengan wajah serius)
Bidan: jadi disini saya juga sebagai bidan akan memberikan asuhan kepada ibu untuk menghadapi persalinan agar tidak cemas. (mencoba menenangkan klien)
Pasien: tapi bu saya pusing dengan mertua saya yang selalu bilang yang tidak-tidak, dan itu membuat saya sertes (dengan wajah cemas)
Bidan: ya bu, memang seharusnya yang harus diberikan konseling itu bukan hanya ibu hamilnya saja, tetapi juga dengan suami, dan mertua/orang tua ibunya juga. Karena disini agar mereka tahu apa saja yang harus dilakukan kepada ibu yang sedang hamil dan mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dimakan dan di lakukan oleh ibu yang sedang hamil. Karena mereka sangat berperan penting dalam kesejahteraan ibu yang saat ini sedang hamil. (dengan wajah serius dan meyakinkan)
Pasien: jadi sebaiknya ketika konseling lagi membawa mereka juga ya bu? (dengan raut wajah sedikit tenang)
Bidan: sebaiknya sih seperti itu bu, karena setelah melahirkan juga mereka sangat berperan penting dan berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu, jika mereka masih berfikiran seperti orang tua jaman dulu itu repot bu, karena sangat bertentangan sekali dengan ilmu kesehatan sebenarnya, kebanyakan masih mempercayai mitos, seperti orang melahirkan harus meminum minyak dan ketika nifas tidak boleh keluar sebelum 40 hari dan sebagainya. (jelas bidan dengan wajah tersenyum)
Pasien: ya bu sangat banyak sekali larangan-larangan seperti itu yang membuat saya semakin takut untuk menghadapi persalinan dan yang lainnya. (dengan wajah sedikit cemas)
Bidan: mulai sekarang tenangkan sja hati dan fikiran ibu agar semuanya berjaland engan lancar ya bu (senyum)
Pasien: ya bu, terimakasih atas penjelasannya ya bu (tersenyum)
Bidan: sama-sama ibu, itu memang sudah menjadi tugas saya bu, saya juga senang membantu ibu. (senyum dan bersalaman dengan klien)

Nb:                       = Verbal
                             = Non Verbal

Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar