KONSELING VERBAL DAN NONVERBAL
Bidan: Selamat siang ibu, ada yang
bisa saya bantu bu? (tersenyum ramah)
Pasien: Bu saya takut (dengan ekspresi khawatir)
Bidan: apa yang ibu takutkan? (dengan wajah empati)
Pasien: saya takut jika nanti
bayi saya sulit untuk keluar dan banyak gangguan lainnya ketika akan menjelang
persalinan (raut muka sedih)
Bidan: oh jadi ibu mengkhawatirkan tentang persalinan ibu nanti?
(dengan wajah empati)
Pasien: iya bu (mengangguk)
Bidan: ibu jangan khawatir,
memang hampir semua ibu yang akan mengalami persalinan memiliki ketakutan yang
seperti itu, tapi jangan khawatir karena disini juga bayi ibu aktif, sehat,
jadi ibu berpositif thinking saja agar semuanya berjalan dengan lancar dan normal.
(memegang bahu klien)
Pasien: gimana ya bu agar saya
selalu berfikir positif thinking dan tidak cemas? (dengan wajah
serius)
Bidan: jadi disini saya juga
sebagai bidan akan memberikan asuhan kepada ibu untuk menghadapi persalinan
agar tidak cemas. (mencoba menenangkan klien)
Pasien: tapi bu saya pusing
dengan mertua saya yang selalu bilang yang tidak-tidak, dan itu membuat saya
sertes (dengan wajah cemas)
Bidan: ya bu, memang seharusnya
yang harus diberikan konseling itu bukan hanya ibu hamilnya saja, tetapi juga
dengan suami, dan mertua/orang tua ibunya juga. Karena disini agar mereka tahu
apa saja yang harus dilakukan kepada ibu yang sedang hamil dan mengetahui apa
yang boleh dan tidak boleh dimakan dan di lakukan oleh ibu yang sedang hamil.
Karena mereka sangat berperan penting dalam kesejahteraan ibu yang saat ini
sedang hamil. (dengan wajah serius dan meyakinkan)
Pasien: jadi sebaiknya ketika
konseling lagi membawa mereka juga ya bu? (dengan raut wajah sedikit
tenang)
Bidan: sebaiknya sih seperti itu
bu, karena setelah melahirkan juga mereka sangat berperan penting dan
berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu, jika mereka masih berfikiran seperti
orang tua jaman dulu itu repot bu, karena sangat bertentangan sekali dengan ilmu
kesehatan sebenarnya, kebanyakan masih mempercayai mitos, seperti orang
melahirkan harus meminum minyak dan ketika nifas tidak boleh keluar sebelum 40
hari dan sebagainya. (jelas bidan dengan wajah tersenyum)
Pasien: ya bu sangat banyak
sekali larangan-larangan seperti itu yang membuat saya semakin takut untuk
menghadapi persalinan dan yang lainnya. (dengan wajah sedikit
cemas)
Bidan: mulai sekarang tenangkan
sja hati dan fikiran ibu agar semuanya berjaland engan lancar ya bu (senyum)
Pasien: ya bu, terimakasih atas penjelasannya ya bu (tersenyum)
Bidan: sama-sama ibu, itu memang
sudah menjadi tugas saya bu, saya juga senang membantu ibu.
(senyum dan bersalaman dengan klien)
Akademi
Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB
Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi :
www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar